Selasa, 30 Desember 2008

Pesan Untuk Tahun Depan

Tak terasa tahun 2008 sehari lagi berlalu dan tahun 2009 segera datang.
Tahun demi tahun berlalu dan datang begitu cepat, adakalanya kita tidak merasabanyak hal telah berubah seiring pergantian waktu, sedangkan ada banyak orang tetap tidak berubah. Bila kita ingin melihat perubahan yang paling nyata yang ada di sekitar kita, lihatlah anak-anak, anak andakah, anak tetangga, saudara atau siapapun yang ada disekitar anda dan anda akan dapat melihat bahwa ternyata waktu telah membawa banyak sekali perubahan dan andapun dapat menyadari bahwa keberadaan anda di bumi ini kian hari kian bertambah tua.............
Satu pertanyaan yang ditanyakan orang yang terdekat denganku malam itu adalah........
" apa yang kita cari dalam hidup ini ?"
Pertanyaan yang sama juga ditanyakan oleh seorang rohaniawan pada keesokan harinya.
Mendekati tahun baru memang banyak sekali orang selalu mencoba untuk merenung, apa yang sudah dilakukan di waktu lalu dan apa yang akan dilakukan di tahun depan.
Ada yang mengatakan hidup ini seperti roda yang berputar, kadang diatas dan kadang dibawah tetapi tidak jarang orang yang menyadari bahwa sesungguhnya hidup ini adalah seperti anak tangga. Pendapat yang kita percaya akan menentukan langkah kita, bila kita percaya bahwa hidup seperti roda maka kita cenderung mengalir saja tetapi bila kita berkata hidup seperti anak tangga maka kita harus menatanya sejak dari tangga pertama.
Tidak ada sukses tanpa kerja keras, bila anda tidak merencanakan apa-apa maka anda sedang merencanakan kegagalan, dan ada banyak lagi kata-kata bijak yang dapat kita baca dan dengar, semua itu baik tapi kita sendiri harus memiliki kesadaran bahwa kita harus melangkah.
Kembali kepada : Hidup adalah seperti anak tangga.
Bila kita menyadari sejak awal maka kita harus menata segala sesuatunya dalam hidup kita yang terutama adalah tentang keuangan kita. Langkah yang kita ambil hari ini dalam keuangan akan menentukan hasil akhir dari hidup kita nantinya. Bila hari ini kita banyak berhutang maka besok kita pasti akan ditagih oleh yang memberi hutang. Bila hari ini kita banyak menabung maka besok kita pasti dapat menerima uang berikut bunganya.
Sebenarnya ini adalah hal yang sangat sederhana namun banyak sekali orang-orang yang kujumpai dari kalangan ekonomi lemah, menengah sampai atas yang tahu akan hal ini tapi tetap berada dalam situasi ini. Dengar-dengar krisis dunia yang terjadipun disebabkan karena hal ini jadi sadarilah betapa hutang itu adalah penyakit yang amat berbahaya dan berjanjilah pada diri sendiri untuk lari jauh-jauh dari jeratnya atau bebaskan diri anda bila saat ini anda masih berada dalam kondisi berhutang karena tahun-tahun kedepan akan semakin sulit dan hanya orang-orang yang bebaslah yang dapat menang.
Sebaiknya tatalah keuangan anda dari sekarang sebelum segala sesuatunya terlambat, berhematlah jika hal itu memang diperlukan dan janganlah sungkan untuk menurunkan gaya hidup anda bila itu sudah menjadi tuntutan. Jangan hidup di alam mimpi bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja dan Tuhan pasti cukupkan tapi bangunlah dari tidur dan mulailah menata hari karena Tuhan pasti memberkati orang yang menata hidupnya dengan tertib, dan bangunlah anak tangga hidup anda agar hidup kita terus naik meskipun perlahan.

Selasa, 09 Desember 2008

Kestabilan Emosi

Ada yang mengatakan, Pria biasanya lebih rasional sedangkan wanita cenderung emosional. Ada pula yang mengatakan, seseorang yang berpendidikan tinggi, baik pria maupun wanita cenderung lebih rasional daripada orang yang tidak berpendidikan.
Rasanya pernyataan diatas ada benarnya, namun menurudku lingkungan seseorang sangat menentukan apakah seseorang akan menjadi lebih rasional atau emosional.
Lepas dari jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial dan lainnya, lingkungan dimana seseorang berada atau terlahir akan sangat berpengaruh pada keberadaan orang tersebut, meskipun respon dari orang tersebut juga sangat menentukan, namun sedikit banyak lingkungannya akan memberi pengaruh.
Itu sebabnya menurudku penting sekali bagi seseorang untuk menciptakan lingkungan yang baik dan biasanya yang harus bertanggung jawab adalah seorang pemimpin.
Dalam sebuah keluarga, sebuah perusahaan, sebuah organisasi atau apapun itu. Pertama-tama pemimpinlah yang harus menciptakannya maka semua anggota dari jajaran yang paling atas sampai yang paling bawah akan mengikutinya.
"Ikan busuk mulai dari kepalanya"
Istilah ini kedengaran biasa tapi itulah kenyataannya bahwa seekor ikan akan busuk dimulai dari kepalanya, yang berarti pemimpinlah yang menentukan apakah tubuhnya [anggotanya] akan sehat atau membusuk.
Bila seorang suami atau kepala keluarga gampang emosional maka cepat atau lambat akan mempengaruhi istrinya meskipun pada awalnya sang istri adalah orang yang paling lembut dan sabar didunia dan kemudian akan berpengaruh pada anak-anak mereka dst.
Seorang pemimpin yang memiliki kontrol emosi yang sangat baik akan berdampak pada bawahannya bahkan yang paling emosional sekalipun. Disinilah bawahan akan melihat dan belajar untuk mengikuti teladannya.
Memiliki emosi yang stabil dapat dilatih. Seseorang dapat terlihat sangat stabil dalam penampilan luarnya namun tidak pada kenyataannya. Hanya orang-orang terdekat dan orang-orang yang tidak dianggap lah yang akan mengetahui dan melihat hal itu dengan sangat jelas. Seorang aktor yang baik dapat berperang sebagai orang yang paling sabar atau paling jahat didunia. Ini hanya masalah latihan dan penjiwaan.
Seseorang yang sangat sadar akan citra diri atau posisinya [istilahnya jaim] akan mengontrol dirinya dengan baik sehingga akan tampak seperti memiliki emosi yang stabil.
Untuk mengetahui keaslian emosi seseorang, akan tampak ketika orang tersebut mengalami ketidaknyamanan yang mengusik ego dirinya dan tekanan yang menekan mental dan fisiknya. Hanya orang-orang yang mengosongkan diri dan memiliki tujuan yang jelas yang mampu memilikinya.
Yang kusadari adalah, kestabilan emosi tidak akan ada jika kita menghindari konflik. Reaksi awal yang buruk tidak membuktikan bahwa seseorang tidak memiliki kestabilan emosi. Untuk menjadi stabil seseorang perlu mengalami gejolak sehingga dia dapat merasakan apa arti gejolak dan ketika dia dapat tenang dalam gejolak itulah saatnya dia disebut stabil. Untuk mencapai titik stabil seseorang perlu menghadapi berbagai konflik dan gejolak atau situasi yang tidak enak. Bukan ketika semuanya tenang seseorang disebut stabil namun ketika semuanya bergejolak dan berantakan tapi seseorang dapat tetap tenang tanpa reaksi buruk di dalam hatinya, itulah kestabilan.
Pada dasarnya emosi yang buruk, tidak stabil, tidak baik buat kehidupan seseorang, dan bila ditanya tidak akan ada satu orangpun yang menghendaki memiliki emosi yang buruk, namun seringkali situasi, kondisi dan orang-orang lah yang menciptakannya. Itu sebabnya reaksi awal dari seseorang tidak dapat menstempel diri orang tersebut, hasil akhirlah yang seharusnya menentukan.
Tidak jarang dari kisah dan kasus yang pernah kulihat adanya peranan seseorang terutama pemimpin dalam mencetak ulang seseorang yang awalnya buruk menjadi baik. Bahan utama dari kesemua kisah tersebut adalah kasih yang tulus yang diungkapkan, perhatian, kesabaran, teladan yang diperlihatkan, pengorbanan dan kontak langsung.
Adalah sulit bagi bawahan untuk menggapai atasan namun masalah mudah bagi atasan untuk menggapai bawahan.
" Jadilah seseorang yang memposisikan diri sebagai pemimpin sehingga anda dapat menemukan banyak orang yang sebenarnya butuh ditolong dan jadilah pemimpin yang mudah digapai, sehingga kasih anda mudah terasa dan perhatian serta pengorbanan anda bukan isapan jempol belaka".

Selasa, 28 Oktober 2008

Curhat

2 bulan aku absen dari menulis blog, kesibukan yang amat sangat padat membuatku gak punya tenaga lagi untuk tulis-menulis walau sering rasa kangen untuk curhat di blog menyerang. Tidak memiliki teman yang cocok untuk curhat menjadikan blog adalah tempat yang paling aman dan nyaman untuk curhat, menuliskan perasaan, impian, ide dan segala yang ada dalam hati.
Kehilangan anak muda yang sering cerita tentang blog dan dunia muda dengan bahasa dan gaya yang enak untuk dinikmati juga membuatku kurang bersemangat walaupun aku sering mengunjungi blognya untuk mencari tahu siapa tahu dia menuliskan alasannya disana.

Kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang tanpa PRT telah menyita hampir separuh waktuku setiap hari, ditambah lagi membantu mengurus laporan keuangan usaha milik orang banyak yang ternyata seperti mengurus sebuah perusahaan yang baru mulai juga cukup menyita waktuku sampai-sampai di awal-awal usaha Program Akuntansi milikku sendiri agak terbengkalai.
Setelah 2 bulan ini aku mulai agak sedikit bernapas dan mulai menata ulang waktuku meskipun kepadatan pekerjaan belum hilang sampai-sampai adakalanya aku tertidur kelelahan, boro-boro mau ngegosip, kumpul ama orang-orang yang berarti bagikupun terbengkalai.
Saat ini belum walau masih padat aku coba untuk menata ulang waktu dengan ketat, apalagi aku punya target untuk meluncurkan produk Program baruku tahun depan dan itu hanya tinggal 2 bulan lagi aku belum start apa-apa tapi aku tahu bila ada kemauan selalu ada jalan.
Tidak seorangpun mengerti akan kesibukan dan kelelahan yang secara otak dan fisik terkadang aku hadapi tetapi selalu ada kekuatan baru dan penghiburan dari dalam diriku sendiri bahwa orang yang masih dapat bekerja dan melakukan sesuatu itu adalah anugerah.
Mengingat kepadatan pekerjaan yang harus aku jalani aku malas melakukan hal-hal yang harus memperhadapkanku pada konflik antar sesama terutama dalam mengurus laporan usaha bersama tersebut, bukan karena aku tidak mendapatkan upah apa-apa tetapi lebih kepada keenggananku menghadapi orang-orang yang tidak tahu apa-apa tapi sok tahu dan juga orang-orang yang terkadang memakai pola Raja, begitu bersabda segalanya harus beres dan sempurna, belum lagi bila harus berlama-lama menjelaskan sesuatu pada seseorang.
Aku akui aku memang kurang pandai dalam berkomunikasi, memang karna kurang berlatih dan juga aku bukan jenis orang yang suka ngobrol berlama-lama karena banyak yang harus aku selesaikan, tetapi di lain sisi bila udah mendapat orang yang enak dan dapat diajak bicara terutama bertukar pikiran biasanya aku sukar berhenti.
Bagusnya sekarang aku sudah tidak perduli dengan apa kata orang, selama hatiku baik dan nuraniku tidak menegur aku jalan terus dan lakukan apa yang dapat kulakukan, meskipun ada yang menilai jelek, bersikap jelek atau apalah, bagiku itu tidak penting, aku tidak mau hariku jadi rusak hanya gara-gara memikirkan kata orang, karena dari pengalamanku, sebaik apapun aku berusaha aku tidak akan mampu menyenangkan semua orang, dan bahkan orang yang aku nilai paling baik dan paling dapat mengerti dirikupun dapat juga salah mengerti tentang aku dan lebih memilih mendengarkan orang lain yang dapat mendekat dengan lebih sempurna, dan bila itu diingat-ingat hanya menyisihkan rasa tak nyaman saja, jadi aku berkesimpulan bila aku dapat jelaskan aku akan jelaskan dengan baik, bila tidak yach sudah, mengalir saja, yang penting dimata Tuhan walau aku tidak sempurna Ia tetap setia dengan kasihNya.
Bila aku stop dan berlama-lama karena ada masalah bisa-bisa pekerjaanku jadi menggunung dan tanggung jawabku terbengkalai.
Jadi, apapun yang terjadi dalam hidup ini, tetap berdiri dan berjalan kembali.
Kitalah yang mengatur hidup kita, kitalah yang berkuasa untuk menentukan langkah kita.
Maju terus.........................selama hayat masih dikandung badan.............kata lagu.

Sabtu, 23 Agustus 2008

Kemardekaan

Hari-hari ini dimana-mana tampak diselenggarakannya perayaan hari kemardekaan.
Di sebuah sekolah saat perayaan hari kemardekaan berlangsung seorang guru menjelaskan kepada murid-muridnya mengenai kemardekaan, guru itu berkata "kita sudah mardeka, kalian tahu bahwa kita sudah mardeka ?" Seorang anak menjawab "saya belum mardeka Pak"
Dengan heran sang guru bertanya, kenapa? Sang anak menjawab :
"Saya belum mardeka dari PR-PR, Extrakulikuler dan ditambah lagi les ini dan, pulang sekolah saya sudah harus les, terkadang belum pulang dari sekolah aja saya sudah diuber-uber karna takut terlambat ke tempat les, malamnya masih harus belajar, saya capek Pak, saya rasa saya belum mardeka." Jawab sang anak lantang.

Cerita diatas adalah realita dari kehidupan anak-anak zaman sekarang, tuntutan yang terlalu tinggi kadang-kadang justu datang dari orang tua sendiri, berbagai alasan diutarakan oleh sekian banyak orang tua, ingin anaknya pandai, ingin anaknya memiliki bekal yang baik, ingin anaknya menggunakan waktu untuk hal-hal yang berguna daripada main dan nonton tv dan segudang keinginan lain yang sebetulnya baik menurud orang tua tapi bagaimana menurud sang anak? Ada lagi orang tua yang ingin anaknya banyak kegiatan agar mereka tidak usah repot mengurus dengan alasan sibuk mempersiapkan masa depan sang anak.

Hari ini saya belajar dan bercermin, adakah saya melakukan hal yang sama ?
Melahirkan seorang anak memang tidak sulit namun mendidik dan membuat mereka menjadi sosok yang berarti dan baik, inilah yang tidak mudah.
Seorang anak tidak cukup hanya diberi yang terbaik yang dapat dilakukan oleh materi : sekolah terbaik, pengasuh terbaik, guru les terbaik, semua kebutuhan hidup yang terbaik tetapi seorang anak memiliki sisi lain yang harus dipenuhi yaitu sisi emosi mereka.
Anak akan merasa lebih aman bila dia mengetahui bahwa orang yang mengasihi dia dan dia kasihi salalu ada kapan saja dia butuh, orang tersebut adalah ayah dan ibu.
Ibu yang baik akan selalu dekat dengan anak perempuan dan ayah yang baik akan menjadi figur bagi anak laki-lakinya, tetapi setiap anak membutuhkan keutuhan dari keduanya.

Anak adalah sebuah pribadi, mereka itu unik meskipun keluar dari rahim yang sama dan sebagai orang tua terutama ibu, sangat penting untuk dapat mengenaili anaknya secara mendalam dan hal ini hanya dapat terjadi bila ibu selalu ada bersama anaknya dalam setiap langkah mereka, mulai sejak dalam kandungan dan sampai mereka menjadi pribadi yang mandiri.

Sejak saya bekerja di luar rumah, anak saya dekat dengan saya, dia sering sulit ditinggal karena selalu ingin dekat, namun ketika saya tidak bekerja dan ada di rumah hampir 24 jam bersama
dia, saya mendapati sisi-sisi lain dari diri anak saya yang dulu hampir-hampir tidak terlihat.
Anak sayapun bisa bercerita apa saja yang dulu tidak dia ceritakan pada saya karena dia memiliki orang lain untuk mendengar yaitu susternya.
Sekarang saya mengerti akan dampak lain dari selalu ada bersama sang buah hati.
Beruntunglah ibu-ibu yang sudah ada bersama anaknya sejak mereka lahir ke dunia ini, ibu-ibu yang tidak harus dituntut bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga atau ibu yang dengan sadar dan rela diri mengambil fungsi mulia ini dengan mengabaikan segudang potensi yang dapat mereka kerjakan lebih dari hanya sebagai ibu belaka. Ibu yang sadar akan fungsi mulia ini sejak awal akan membuat sang anak tidak merasa terjajah.







Rabu, 13 Agustus 2008

Happy Birthday

Senen, 11 Agustus, hari itu adalah ulang tahun seseorang yang dulu sangat kuhargai tetapi pada akhirnya penghargaanku yang begitu tinggi memudar. Lepas dari apapun yang telah terjadi, saat ini aku menyadari bahwa tidak ada orang yang sempurna, bagaimanapun juga ada banyak sisi baik dari dia yang sebaiknya kukenang. Jadi pagi itu saat waktu menunjukkan pukul 5.45 wib kunaikan sebuah doa pendek :

"Dear God, touch the people i care for, keep them safe and happy, give them love and good health, bless them and their whole family, especially the one reading this message".

Kuketik doa pendek itu ke dalam pesan singkat di hp, ketika hendak kukirim, tiba-tiba jariku terhenti lalu kutanya pada diriku sendiri : "tuluskah kamu? apakah ini bukan basa-basi belaka?
bila tidak disertai dengan ketulusan sebaiknya kau hentikan."
Aku diam sejenak merenung dan seolah-olah menyelam kedalam lubuk hatiku yang paling dalam mencoba untuk mencari apakah masih ada kebencian disana, atau kemarahan, atau yang lebih halus lagi kekecewaan? Semua peristiwa tidak enak yang sempat kurasakan berbulan-bulan apakah telah terlupakan? Aku termanggu beberapa waktu, pikiranku terus berjalan, aku percaya bahwa apapun yang terjadi dalam hidup ini adalah seijin Tuhan, mungkin sebuah peristiwa buruk dapat terjadi akibat kebodohan kita tetapi aku percaya selama aku tidak melakukan kejahatan dan peristiwa buruk tetap terjadi dalam hidupku itu berarti kehendak Tuhan, dan sudah pasti ada kebaikkan yang sedang Dia sediakan, sampai saat ini aku masih memegang teguh-teguh hal itu lalu ................ tak ada alasan aku menyimpan kepahitan! Aku telusuri lagi hatiku, bersih, sudah tidak ada lagi kegeraman, yang ada hanya ingatan akan setiap kebaikan yang pernah aku lihat dan rasakan lalu aku memutuskan aku boleh mengirimkannya.
Petunjuk berita menunjukkan pesan masih tertunda karena memang hari masih pagi.

Sore hari ketika aku sedang tidur, suara hp pertanda ada pesan masuk mengagetkanku bukan kepalang masalahnya aku sedang menunggu tamu yang katanya mau nginap dirumahku selama seminggu dan aku sedang tidur dikamar yang akan kusediakan untuk tamu itu sebab bila aku tidur di lantai atas aku takut tidak mendengar ketika mereka datang tapi ternyata merekapun batal nginap dan suara hp itu membangunkanku lalu kubuka pesannya.
Rupanya pesan yang berisi sepenggal doa dan ucapan selamat ultah yang kukirim tadi pagi mendapat balasan. Aku tersenyum membaca balasan tersebut, dengan demikian seharusnya tuntaslah salah paham yang ada, gossip bahwa aku marah dan masih menaruh kebencian.

Aku kembali mengingat-ingat hal-hal baik dari dia, ada banyak, dan bagaimanapun juga apa yang terjadi dalam hidupku lewat dia juga telah mengajariku banyak hal yang mungkin dalam waktu tertentu tidak kusadari sisi baiknya.
Seseorang yang lain yang kukagumi, telah mengajarkan banyak hal baik pada diriku, membuat terjadinya perubahan dalam cara pikirku, sikapku dan keputusan yang kuambil.
Orang itupun berulang tahun pada bulan ini.
Pernah aku berfikir, ada dua orang yang lahir pada tanggal yang berdekatan di bulan kemardekaan Indonesia ini, yang membawa pengaruh yang cukup kuat dalam hidupku.
Kedua orang ini memiliki sisi baik yang berbeda, dan sisi baik mereka sangat menonjol, namun agak bertolak belakang. Aku berandai-andai, bila kedua sisi baik dari kedua orang tersebut menyatu dalam diriku, maka mungkin aku akan menjadi satu pribadi baru yang lebih baik, mungkinkah itu yang Tuhan maksudkan sehingga mereka hadir dalam hidupku untuk memberi gambaran yang jelas mengenai pribadi yang harus kulakoni???
Tidak ada jawaban, tetapi ada hal yang kuketahui, belajar yang paling murah dan mudah adalah belajar dari pengalaman orang lain, mengikuti kesuksesan yang sudah dibangun orang lain sehingga kita tidak perlu melakukan kelalaian atau kegagalan yang sama.
Mengikuti jejak langkah orang yang telah berhasil, kenapa tidak?

Selamat ulang tahun Indonesia!

Selasa, 05 Agustus 2008

Cerita Ibu-Ibu

Beberapa waktu ini aku mendengar kisah teman-teman sesama ibu rumah tangga, walau rata-rata dari mereka masih bekerja di luar rumah namun tetaplah bergelar IRT dan saat berkumpul kelompok yang pasti semua adalah wanita ini sangat seru menceritakan pengalaman masing-masing sebagai IRT.
Dari kisah-kisah ini dapat aku simpulkan bahwa sesungguhnya seorang IRT punya peran yang sangat besar dalam keluarga, bahkan IRT dapat menentukan arah kehidupan keluarga, sebuah keluarga akan bahagia atau tidak juga dapat bergantung pada peran seorang IRT.
Ada seorang Ibu yang bangkit sebagai penunjang keuangan keluarga ketika sang kepala keluarga terpuruk dan larut dalam kegagalan yang dihadapinya, ada seorang ibu yang pantang menyerah dalam menopang kehidupan keluarga agar status sosialnya berada diatas rata-rata, ada seorang IRT murni yang setia melayani anak dan suaminya melalui berbagai dilema hidup, ada juga seorang ibu yang masih terus bermasalah dengan pasangan hidupnya walau telah puluhan tahun menikah. Semua kisah diatas terasa sudah jauh dari cerita-cerita roman picisan yang mengungkapkan betapa indahnya cinta dan pernikahan yang mengatas namakan cinta.
Dalam kehidupan nyata sebuah keluarga, apa saja dapat terjadi, namun memang benar ketika ada kasih, kesetiaan, komitmen dan Tuhan maka semua masalah ada solusinya.

Aku jadi mengingat kisahku sendiri, menikah hanya berdasarkan tuntunan hati nurani walau saat itu banyak sekali perbedaan dan tantangan yang harus dihadapi tapi semua berhasil kulalui hanya karena keyakinan yang begitu kuat dalam hati.
Terlahir sebagai bungsu dari 9 bersaudara dan memutuskan menikah disaat ortu sudah tiada bukanlah hal yang menyenangkan untuk dibahas, ada 16 saudara termasuk pasangan masing-masing yang merasa sayang pada adik mereka namun tidak mengerti apa-apa, yang memberi ide, pandangan, dan perhatian yang sebenarnya malah menimbulkan tekanan.
Pasalnya sederhana, aku akan menikah dengan seseorang yang dianggap belum punya apa-apa padahal aku adalah anak manja yang biasanya serba ada.
Alasanku sederhana, kami seiman dan ini pilihan Tuhan, yang lain nomor sekian.
Kelihatannya sedikit nekat, tapi bukan, aku hanya berani karena melangkah berdasarkan tuntunan hati nurani. Ini tidak sama dengan cerita cinta buta yang ada dalam sinetron.
Pada kenyataannya, ada banyak penyesuaian dan pengalaman tak enak yang harus dilalui, dua kepribadian yang berbeda dengan latar belakang dan suku yang berbeda bukanlah hal yang mudah untuk dipersatukan, ada banyak reak dan gejolak, namun kekuatan kasih dari sang pencipta dan komitmen sehidup semati yang kami ambil, telah membuahkan hasil yang manis.
Saat ini tidak seorangpun dari saudara yang menyayangi adik bungsu mereka yang menilai salah dengan keputusanku. Mereka semua dapat melihat contoh keluarga sederhana yang bahagia, tidak ada kendala yang berarti, semua berjalan baik, perlahan tapi pasti kami menapaki tangga kehidupan ini yang kian menanjak, walaupun saat ini belum mencapai titik tertinggi namun banyak kemudahan yang kami nikmati, bahkan sekarang aku menjadi pusat curhat buat keluarga-kelurga yang bermasalah. Lucu sekali bila membayangkan kakak-kakak yang sudah jadi opa oma bertengkar depan kami dan membuat kami jadi penengah. Melihat hal itu, aku selalu berdoa agar di usia tua kami selalu dikaruniai hikmat dan pengertian untuk dapat menjadi teladan bagi anak cucu kami, bukan malah jadi tontonan lucu.
Menurut mitos, orang tua bila menjadi tua akan jadi seperti anak kecil lagi, tapi aku selalu mengatakan itu hanya mitos, yang seharusnya adalah makin tua makin bertambah hikmat, pengetahuan dan pengertian dalam hidup ini, dan dapat mengajarkannya kepada yang muda.
Memasuki tahun ke 10 usia pernikahan kami rasanya ada banyak hal yang ingin kusyukuri, dan melupakan sedikit hal yang menyusahkan hati. Sesuatu yang baik adalah tepat dihari ulang tahun pernikahan kami yang ke 10, putri tercintaku berusia 7 tahun.
Tahun ini adalah tahun yang perlu disyukuri, walaupun BBM naik dan semua harga melonjak naik namun kami tetap dapat mengatasi segala sesuatu yang terjadi dengan kesederhanaan yang menjadi gaya hidup kami, jadi tidak ada kendala yang berarti.
Jadi begitulah fungsi sebagai IRT yang berkwalitas, mampu mengadakan apa yang tidak ada menjadi ada, mengatur apa yang ada menjadi bersisa dan mengelola apa yang tersisa menjadi berharga, terus dan terus, sedikit demi sedikit.
GAYA HIDUP SEDERHANA ADALAH KUNCI UNTUK MENAPAK HARI ESOK DENGAN OPTIMIS DAN LEBIH BAIK.

Kamis, 31 Juli 2008

KISAH-KISAH DI BULAN JULI

Ini hari terakhir dalam bulan ini, bila hari ini saya tidak menulis, maka bulan Juli tidak ada tulisan dalam blogku, mengingat saran Jenny Jusuf, seorang pakar di dunia blogger (ciah...), yach paling tidak dia jauh lebih unggul dari padaku dalam dunia per-blog-kan (wah bahasa baru). Seharusnya blog di update minimal 10 hari sekali biar pengunjung tak kecewa kata Jenny, kupikir paling-paling dia yang berkunjung ke blogku yang lain belum ada, tapi tak apalah, saran dia ada baiknya juga kuikuti walaupun akhir-akhir ini semangat untuk menulis telah melorot tapi bulan depan kucoba untuk ikuti saran Jenny, minimal 3 tulisan tiap bulan.
Mengingat Jenny aku jadi mengenang masa remajaku, dulu aku juga suka cerpen dan suka menulis dan mengirimkan ke majalah-majalah namun tak satupun yang dimuat lain dengan Jenny yang ternyata tulisannya memang enak dibaca wah......... jadi malu tapi itupun karena aku tidak rajin mencoba akhirnya malah nyasar dari aksara ke angka-angka alias ngurus pembukuan yang salalu bergelut dengan angka di neraca dan rugi laba, bahkan sampai hari ini rasanya lebih gampang buat neraca, rugi laba dari pada nulis cerita apalagi yang fiksi.

Bulan ini anakku sempat sakit selama seminggu dengan kisaran panas 37.5 sd 39 derajat celcius.
Diteruskan aku yang juga sakit akibat kecapekan dan kurang tidur jadilah bulan yang sibuk dengan urusan sakit penyakit hingga tidak sempat update blog namun dari kejadian ini satu yang amat penting yang selalu saya ingat. KESEHATAN ITU SANGAT PENTING.
Kitalah yang wajib menjaga kesehatan kita dengan makan teratur, istirahat teratur dan kerjapun juga harus teratur, ada yang sering kerja keras sampai lupa menjaga keseimbangan yang lain dan akibatnya yach sakit.
Orang yang sehat semiskin apapun dia pasti tidak akan kekuarangan, namun orang yang kaya tapi sakit-sakitan apalagi sampai parah adalah orang termiskin di dunia.
Bersyukurlah bila anda sehat saat ini dan jangan lupa hargai kesehatan itu dengan cara menjaganya dan tidak mengabaikan hal-hal penting.